Biarkan Orang Lain Yang Lebih Banyak Berbicara

Membiarkan orang lain yang lebih banyak berbicara daripada Anda, akan menolong situasi-situasi sulit dalam hubungan rumah tangga atau pekerjaan.
Hubungan Barbara Wilson dengan puterinya, Laurie, semakin hari semakin memburuk. Laurie yang tadinya adalah seorang anak pendiam, puas dengan dirinya, telah tumbuh menjadi seorang yang tidak mau bekerja sama, kadang-kadang sebagai remaja yang suka bertengkar. Nyonya Wilson memberi nasihat, mengancam, menghukumnya, namun semuanya itu tanpa hasil.

“Suatu hari,” ucap nyonya Wilson, “saya sudah menyerah. Laurie sudah tidak mau mematuhi saya, dan dia telah minggat dari rumah untuk berkunjung ke rumah kawan gadisnya, sebelum dia menyelesaikan tugasnya. Ketika dia pulang, saya sudah mau berteriak padanya untuk yang kesepuluh ribu kali. Tapi saya benar-benar sudah tidak mempunyai kekuatan lagi untuk melakukannya.”
Nyonya Wilson hanya memandang Laurie dan berkata dengan sedih, “Mengapa, Laurie, mengapa?”
Laurie memperhatikan kondisi ibunya, dan dengan suara tenang dia bertanya, “Ibu benar-benar ingin tahu?”
Nyonya Wilson mengangguk. Maka Laurie pun mengungkapkan isi hatinya. Mula-mula dengan ragu-ragu, tetapi kemudian semuanya mengalir keluar. Laurie menumpahkan segala isi hatinya, dan Nyonya Wilson cukup mendengarkannya dengan baik. Semenjak itu hubungan mereka dengan cepat kembali membaik.
Kepada temannya, Nyonya Wilson mengungkapkan, “Ternyata salama ini saya tidak mau mendengarkannya. Saya selalu mengatakan kepadanya ini dan itu. Ketika dia ingin menyampaikan pada saya tentang pikiran, perasaan, idenya, saya akan menyela dengan lebih banyak lagi perintah-perintah. Saya lalu sadar bahwa dia membutuhkan saya – bukan sebagai ibu yang bertindak seperti bos, melainkan sebagai tempat yang bisa dia percaya, sebuah tempat penumpahan kebingungannya saat ia tumbuh dewasa. Dan apa yang telah saya lakukan selama ini adalah terus saja berbicara sendiri padahal seharusnya saya mendengarkan, dan saya tidak pernah mendengarkannya.”
“Sejak saat itu, saya biarkan dia yang berbicara sepuas hatinya. Dia menyampaikan apa yang ada dalam pikirannya, dan hubungan kami telah membaik secara luar biasa. Dia kini menjadi orang yang bisa diajak kerjasama lagi.”
Jika dalam sebuah percakapan, Anda merasa tidak setuju dengan lawan bicara Anda, lalu Anda tergoda untuk menyelanya. Jangan lakukan itu! Itu berbahaya. Mereka tidak akan mempedulikan Anda sama dengan Anda tidak mempedulikan mereka. Apa yang Anda rasakan jika saat berbicara dan ide di pikiran masih banyak lalu tiba-tiba ada orang yang menyela ucapan Anda, maka Anda pasti akan jengkel dan akan membalas dengan tidak menyimak ucapan dia. Maka sabarlah untuk membiarkan mereka berbicara sepuas hatinya, berilah mereka respon positif dengan mendengarkannya secara sungguh-sugguh. Cobalah!

0 komentar:

Posting Komentar