Pengaruh Sentuhan Dalam Pergaulan

Bernie Siegel, baru-baru ini melakukan penelitian tentang ‘khasiat’ sentuhan berupa ciuman seorang ibu bagi anak-anaknya atau istri kepada suaminya. Sampel diambil dari kalangan peserta (suami) yang naik mobil pribadi untuk ke kantor dan dibagi dalam dua kelompok. Kelompok pertama ialah para suami yang berangkat ke kantor dengan terlebih dahulu dicium oleh sang istri, dan kelompok kedua adalah mereka yang pergi ke kantor tanpa dicium sang istri. Sestelah beberapa waktu ditemukan bukti yang menakjubkan. Suami yang pergi ke kantor dengan ciuman sang istri lebih memiliki kemungkinan kecil untuk mengalami kecelakaan di perjalanan daripada mereka yang berangkat kerja tanpa meresakan kecupan mesra sang istri. Ternyata kualitas dan antusias bekerja pun mengalami perbedaan yang cukup signifikan. Kecupan tulus sang istri ketika memberangkatkan sang suami ternyata juga telah meminimalkan munculnya wanita idaman lain.

Di pihak lain, seorang anak yang diberangkatkan sekolah oleh sang ibu dengan kecupan sayang ternyata memberi dampak yang luar biasa dalam prestasi sekolahnya, bahkan kecupan tersebut mampu meredam kemarahan untuk berkelahi di sekolah daripada mereka yang diberangkatkan oleh baby sitter (Pengasuh anak).
Ciuman adalah bahasa sentuhan yang paling mujarab dalam hubunga keluarga. Ciuman istri kepada suami atau orang tua kepada anaknya membuahkan suatu kualitas hubungan sempurna dalam keluarga. Bila anda adalah orang tua atau suami/istri, dan terasa kering dalam membina hubungan, maka cobalah bahasa sentuhan, cium anak anda dengan tulus. Cium suami atau istri anda dengan tulus. Cobalah!
Dalam kajian haptika (studi tentang sentuh menyentuh), sentuhan mempunyai pengaruh yang besar dalam sebuah komunikasi. Beberapa studi menunjukan bahwa sentuhan bersifat persuasif. Misalnya, orang yang lengannya disentuh lebih terdorong untuk menandatangi suatu petisi daripada mereka yang tidak disentuh.
Sentuhan jauh lebih bermakna daripada kata-kata. Bila seorang sahabat terkena musibah, menepuk bahunya jauh lebih menenangkan baginya daripada kata-kata, “Saya turut berduka cita.”
Dalam keluarga, hubungan akan terasa kering manakala diantara anggota keluarga tidak ada saling sentuh. Jika hubungan antara orang tua dengan anak terasa kering, maka sentuhan dapat memberikan rasa kehangatan dan kenyamanan.
Banyak sekali bahasa sentuhan yang bisa dipraktekan dalam kehidupan sehari-hari. Nabi SAW., saat mengutus seseorang untuk melaksanakan suatu tugas, beliau selalu menepuk bahu atau dada sahabatnya. Tepukan itu memberikan kenyamanan dan rasa percaya diri bagi si sahabat.
Eric Berne mengembangkan suatu teori hubungan social yang ia sebut Transactional Analisysis (1961). Teorinya berdasarkan hasil penelitian mengenai keterlantaran indrawi (sensory deprivation) yang menunjukan bahwa bayi-bayi yang kekurangan belaian dan hubungan manusiawi yang normal menunjukan tanda-tanda kemerosotan fisik dan mental yang bisa berakibat fatal. Ia menyimpulkan bahwa sentuhan emosional dan indrawi itu penting bagi kelangsungan hidup manusia. Ia menyimpulkan teorinya, “If you are not stroked, your spinal cord will shrivel up” (Jika engkau tidak mendapatkan belaian, urat syaraf tulang belakangmu akan layu).
Dalam arti luas, belaian atau sentuhan mengisyaratkan pengakuan atas kehadiran orang lain. Karena itu, belaian dapat digunakan sebagai unit dasar tindakan social. Seorang ibu menunjukan kasih sayangnya dengan membelai kepala anaknya. Seorang atasan menunjukan simpatinya kepada bawahannya yang istrinya baru meninggal dengan menepuk bahunya. Jabatan tangan yang erat bisa menyampaikan lebih banyak pesan daripada kata-kata.
Jadi, jika kamu ingin mempengaruhi pasangan, rekan bisnis, keluarga, maka bahasa sentuhan bisa menjadi senjata yang efektif. (artikel selanjutnya akan membahas teknik-teknik sentuhan yang bisa bikin pasangan klepek-klepek)

READ MORE - Pengaruh Sentuhan Dalam Pergaulan