Menggunakan Waktu Dengan Baik

Mengisi hidup ibarat mengisi sebuah botol dengan batu, air, pasir dan kerikil. Mana yang harus lebih dahulu dimasukan? Jika terlebih dahulu memasukan air ke dalam botol kemudian pasir, kerikil, bisa dipastikan batu tidak akan termuat. Tetapi kalau memasukan batu terlebih dahulu, keajaiban akan terlihat. Diantara bongkahan batu, kerikil bisa dimasukan. Lalu diantara kerikil, bisa disisipkan pasir. Dan di sela-sela butiran pasir masih bisa meresapkan air ke dalamnya.
Demikian juga dalam kehidupan. Jika hidup diisi dengan melakukan hal-hal penting dan utama, maka hidup kita akan diperkaya hal-hal yang kecil. Sebaliknya, kalau bersibuk ria dengan hal-hal kecil, maka hal-hal besar, penting dan utama pasti akan terabaikan.

Setiap orang diberi waktu sama, dua puluh empat jam. Namun, kadang kita belum bisa memanfaatkannya secara optimal. Banyak waktu terbuang percuma dan kurang produktif. Seandainya sehari bukan 24 jam, tetapi 30 jam, tetap saja kita tidak bisa memanfaatkannya secara maksimal.
Ada peribahasa yang mengatakan bahwa kekayaan yang hilang dapat dicari kembali dengan berlaku hemat dan rajin. Kesehatan yang terganggu dapat sembuh kembali dengan berobat, tetapi waktu yang hilang terbuang tidak dapat dicari lagi untuk selamanya.
Kalau kita perhatikan dengan seksama riwayat hidup orang-orang besar yang telah sukses mencapai kemajuan dalam hidupnya, pasti akan kita jumpai bahwa salah satu rahasianya adalah karena mereka pandai menghargai waktu. Mereka pintar memanfaatkan waktu secara produktif. Tidak ada waktu yang terbuang percuma, meskipun bagaimana sibuknya pekerjaan yang mereka hadapi. Sebagai contoh, Muhammad Hatta, Wakil Presiden RI pertama. Ia terkenal sebagai seorang yang sangat menghargai waktu. Suatu hari ia mengadakan janji pertemuan dengan para pemimpin dari Sumatra pada jam lima sore. Tepat jam lima mereka belum muncul. Beberapa menit kemudian mereka dating, tapi Hatta menolak dengan mengatakan, “Sekarang sudah jam lima seperempat, sayang sekali saya tidak dapat menerima saudara-saudara lagi.”
Ada seorang ibu yang sehari-hari berkutat dengan urusan rumah tangga: memasak, mencuci, mengasuk anaknya dan lain-lain. Ketika semua pekerjaan rumah selesai, saat anaknya sudah mulai tidur, pada waktu itulah digunakan untuk menulis. Beberapa saat saja ia menulis, kadang setengah halaman, kadang sehalaman, sampai akhirnya menjadi buku yang tebal-tebal. Dialah Marison Harland, pengarang perempuan ternama. Dia telah memberikan contoh dalam sejarah bahwa dia menulis buku-bukunya yang terkenal bukan pada waktu yang santai tetapi pada waktu luang di saat anaknya sedang tidur.
Lalu bagaimana caranya agar kita bisa menggunakan waktu dengan baik?
Islam memberikan jalan keluar yang baik. Dalam Al-Quran ada surat yang mengkhususkan diri tentang waktu yakni surat al-Ashr yang artinya waktu. Surat itu berbunyi yang artinya,
“Demi waktu. Sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan saling menasehati supaya mentaati kebenaran dan saling menasehati supaya tetap sabar.”
Jika kita tidak mengisi hidup dengan melakukan perbuatan-perbuatan baik, maka jelas kita termasuk dalam orang yang mengalami kerugian. Waktu akan membawa manusia bertambah tua, maka manfaatkanlah waktu muda dengan bekerja yang baik dan melakukan amalan-amalan saleh. Manusia tidak akan selalu sehat, suatu hari pasti akan sakit, maka manfaatkanlah waktu sehat dengan berbuat baik terhadap orang lain dengan saling tolong menolong. Roda waktu terus berputar, ia akan mengubah seseorang menjadi kaya atau miskin. Maka manfaatkanlah waktu kita kaya dengan banyak mendermakan harta kepada orang miskin dan yatim piatu.
Hidup ini harus diisi dengan keseimbangan dan kualitas hidup yang baik. Keseimbangan dan kualitas hidup ini dicirikan oleh interaksi empat kebutuhan dasar, yakni spiritual, fisik, mental dan sosial. Kebutuhan spiritual dipenuhi dengan mengadakan salat, puasa, zikir, haji dan ibadah hablum minallah lainnya. Kebutuhan fisik, mental dan sosial dipenuhi dengan berbuat baik terhadap sesame, saling tolong menolong, saling menasehati supaya tetap berada dalam jalan yang lurus, bersikap jujur dan ibadah hablum minannas lainnya.
Ada tiga hal agar dapat menggunakan waktu dengan baik, yakni tidak menunda-munda pekerjaan, tetap fokus pada prioritas dan tidak keluar jalur. Menunda-nunda pekerjaan berarti menumpuk-numpuk pekerjaan. Apabila pekerjaan itu sudah menggunung maka kita akan kewalahan sendiri mengerjakannya. Menunda-nunda pekerjaan biasanya terjadi akibat kita tidak mampu mengerjakan pekerjaan itu sehingga kita menjadi malas dan melarikan diri dari beban. Cara terbaik menghentikan penyakit ini adalah bersikap disiplin diri. Lakukanlah latihan-latihan disimplin waktu. Umpanya mencoba salat tepat pada waktunya. Setelah azan selesai, segeralah bergegas menunaikan salat. Anda akan menemukan keajaiban jika sering melaksanakan salat tepat pada waktunya. Anda akan disiplin melaksanakan hal-hal lain seperti tepat waktu menghadiri acara dan sebagainya. Cobalah!
Fokus pada prioritas adalah penting supaya tidak terjebak melakukan pekerjaan yang sifatnya tidak penting dan membuang waktu. Kerjakanlah terlebih dahulu hal-hal yang utama, penting, besar baru kemudian jika ada waktu luang boleh mengerjakan hal-hal ringan seperti ngobrol dan sebagainya.
Jadi, agar kita tidak menyesal di hari tua, sebelum jatuh miskin atau sebelum terkena sakit maka lakukanlah perbuat-perbuatan baik. Jika ada saudara, teman yang keluar dari jalur kebenaran maka tugas kita untuk menasihatinya agar kembali ke jalan yang lurus. Intinya, supaya kita tidak termasuk orang yang rugi, maka berbuat baiklah.
READ MORE - Menggunakan Waktu Dengan Baik

Pengaruh Sentuhan Dalam Pergaulan

Bernie Siegel, baru-baru ini melakukan penelitian tentang ‘khasiat’ sentuhan berupa ciuman seorang ibu bagi anak-anaknya atau istri kepada suaminya. Sampel diambil dari kalangan peserta (suami) yang naik mobil pribadi untuk ke kantor dan dibagi dalam dua kelompok. Kelompok pertama ialah para suami yang berangkat ke kantor dengan terlebih dahulu dicium oleh sang istri, dan kelompok kedua adalah mereka yang pergi ke kantor tanpa dicium sang istri. Sestelah beberapa waktu ditemukan bukti yang menakjubkan. Suami yang pergi ke kantor dengan ciuman sang istri lebih memiliki kemungkinan kecil untuk mengalami kecelakaan di perjalanan daripada mereka yang berangkat kerja tanpa meresakan kecupan mesra sang istri. Ternyata kualitas dan antusias bekerja pun mengalami perbedaan yang cukup signifikan. Kecupan tulus sang istri ketika memberangkatkan sang suami ternyata juga telah meminimalkan munculnya wanita idaman lain.

Di pihak lain, seorang anak yang diberangkatkan sekolah oleh sang ibu dengan kecupan sayang ternyata memberi dampak yang luar biasa dalam prestasi sekolahnya, bahkan kecupan tersebut mampu meredam kemarahan untuk berkelahi di sekolah daripada mereka yang diberangkatkan oleh baby sitter (Pengasuh anak).
Ciuman adalah bahasa sentuhan yang paling mujarab dalam hubunga keluarga. Ciuman istri kepada suami atau orang tua kepada anaknya membuahkan suatu kualitas hubungan sempurna dalam keluarga. Bila anda adalah orang tua atau suami/istri, dan terasa kering dalam membina hubungan, maka cobalah bahasa sentuhan, cium anak anda dengan tulus. Cium suami atau istri anda dengan tulus. Cobalah!
Dalam kajian haptika (studi tentang sentuh menyentuh), sentuhan mempunyai pengaruh yang besar dalam sebuah komunikasi. Beberapa studi menunjukan bahwa sentuhan bersifat persuasif. Misalnya, orang yang lengannya disentuh lebih terdorong untuk menandatangi suatu petisi daripada mereka yang tidak disentuh.
Sentuhan jauh lebih bermakna daripada kata-kata. Bila seorang sahabat terkena musibah, menepuk bahunya jauh lebih menenangkan baginya daripada kata-kata, “Saya turut berduka cita.”
Dalam keluarga, hubungan akan terasa kering manakala diantara anggota keluarga tidak ada saling sentuh. Jika hubungan antara orang tua dengan anak terasa kering, maka sentuhan dapat memberikan rasa kehangatan dan kenyamanan.
Banyak sekali bahasa sentuhan yang bisa dipraktekan dalam kehidupan sehari-hari. Nabi SAW., saat mengutus seseorang untuk melaksanakan suatu tugas, beliau selalu menepuk bahu atau dada sahabatnya. Tepukan itu memberikan kenyamanan dan rasa percaya diri bagi si sahabat.
Eric Berne mengembangkan suatu teori hubungan social yang ia sebut Transactional Analisysis (1961). Teorinya berdasarkan hasil penelitian mengenai keterlantaran indrawi (sensory deprivation) yang menunjukan bahwa bayi-bayi yang kekurangan belaian dan hubungan manusiawi yang normal menunjukan tanda-tanda kemerosotan fisik dan mental yang bisa berakibat fatal. Ia menyimpulkan bahwa sentuhan emosional dan indrawi itu penting bagi kelangsungan hidup manusia. Ia menyimpulkan teorinya, “If you are not stroked, your spinal cord will shrivel up” (Jika engkau tidak mendapatkan belaian, urat syaraf tulang belakangmu akan layu).
Dalam arti luas, belaian atau sentuhan mengisyaratkan pengakuan atas kehadiran orang lain. Karena itu, belaian dapat digunakan sebagai unit dasar tindakan social. Seorang ibu menunjukan kasih sayangnya dengan membelai kepala anaknya. Seorang atasan menunjukan simpatinya kepada bawahannya yang istrinya baru meninggal dengan menepuk bahunya. Jabatan tangan yang erat bisa menyampaikan lebih banyak pesan daripada kata-kata.
Jadi, jika kamu ingin mempengaruhi pasangan, rekan bisnis, keluarga, maka bahasa sentuhan bisa menjadi senjata yang efektif. (artikel selanjutnya akan membahas teknik-teknik sentuhan yang bisa bikin pasangan klepek-klepek)

READ MORE - Pengaruh Sentuhan Dalam Pergaulan

Keahlian Besosialisai Mendongkrak Prestasi




150 manajer top yang ditanyai sebuah majalah, menempatkan keahlian bersosialisasi sebagai penunjang utama kemajuan.
Menurut psikolog, Fred W. Schmid, hanya pada tahap awal karier keahlian penting. Pada tahap kedua, hubungan antar manusia yang menentukan seperti cara bekerja dalam satu tim, hubungan dengan rekan sekerja, bawahan, atasan dan cara seseorang mengemukakan ide.
Sementara itu, penelitian selama 20 tahun yang mengikuti kemajuan para pemegang gelar MBA dari Stanford University menunjukan bahwa lulusan-lulusan yang paling berhasil (yang diukur dengan kenaikan karier dan gaji) berbagi ciri-ciri kepribadian yang menandai komunikator yang baik, yaitu: keinginan membujuk, minat berbicara dan bekerja dengan orang lain, dan keramah-tamahan.
Untuk bisa bersosialisasi dan mengembangkan teknik komunikasi, Anda harus belajar beberapa keterampilan, diantaranya:
• Teknik-teknik dasar dalam menangani manusia, seperti cara mengemukakan pendapat, cara menegur, cara memberikan pujian yang tulus.
• Teknik-teknik agar orang bisa menyukai Anda, seperti bagaimana agar selalu gembira, menaruh minat kepada orang, tersenyum, mengingat nama, dan cara mendengarkan yang baik.
• Teknik-teknik mempengaruhi orang, seperti bersimpati terhadap ide-ide orang, memberi motif-motif mulia, dan cara mendramatisir ide

Jika Anda merasa kemampaun bersosialisasi dan berkomunikasi Anda kurang sehingga kurang berprestasi dalam pekrjaan Anda, maka mulailah dari sekarang untuk mengembangkan keterampilan bersosialisasi dan berkomunikasi. Anda bisa mengikuti pelatihan atau kursus pengembangan diri. Atau kalau ingin yang lebih murah, baca buku-buku pengembangan diri.
Salah satu buku yang sukses mengantarkan jutaan orang menuju keberhasilan dalam semua bidang yaitu buku Dale Carnegie, yang berjudul Bagaimana mencari kawan dan Mempengaruhi orang.
Bersosialisasi itu mudah kalau sudah tahu trik-trik. Secangkir kopi hangat plus senyuman ramah bisa menarik siapa pun menjadi sahabat Anda!

Tulisan yang akan datang, “Jalan Pintas Menjadi Terkenal”.
READ MORE - Keahlian Besosialisai Mendongkrak Prestasi